“Lain cerita kalau tubuh kita itu enggak punya database barcode tersebut. Contoh, misalkan dia ini alergi kepiting, dia enggak punya barcode-nya kepiting, terus dia makan daging kepiting dalam jumlah banyak. Karena enggak punya barcode-nya, tentara kita menganggapnya ini orang asing diseranglah tubuh kita,” katanya.
Akibat reaksi tersebut, tubuh akan menunjukkan gejala sistemik. Mulai dari bentol-bentol di seluruh tubuh, rasa gatal hebat, hingga kondisi yang lebih serius seperti gangguan pernapasan dan penurunan tekanan darah secara drastis.
“Bentol-bentol seluruh tubuh, gatal-gatal. Sampai akhirnya yang paling parah reaksi gagal nafas dan penurunan tekanan darah yang sangat masif,” ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi ini termasuk dalam kategori kegawatdaruratan medis yang sering ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah risiko fatal.
Beberapa pemicu yang umum menyebabkan kondisi ini antara lain sengatan serangga seperti tawon, serta reaksi terhadap obat-obatan tertentu. Tidak semua orang memiliki toleransi yang sama terhadap zat tertentu.
“Rata-rata entupan tawon. Kedua obat, ada beberapa orang di dunia ini yang dia itu tidak bisa mencerna beberapa obat. Contohnya, misal, misal, alergi aspirin atau ibuprofen,” katanya.
Sebab itu, penting bagi masyarakat untuk tidak menganggap remeh gejala bentol-bentol yang disertai sesak napas. Jika mengalami kondisi tersebut, segera cari pertolongan medis untuk menghindari risiko yang lebih serius.