dr Cecep juga membagikan indikator sederhana untuk mengetahui apakah seseorang sudah berada di fase jalan cepat. Salah satunya dengan metode tes bicara.
“Patokan jalan cepatnya gimana sih? Pakai tes ngomong aja. Pas ngebut usahain nafas agak ngos-ngosan dan cuma sanggup ngucap satu dua kata,” katanya.
Sementara bagi pengguna smartwatch, fase jalan cepat dapat dilihat dari detak jantung yang mencapai lebih dari 70 persen dari kapasitas maksimal.
Dia menambahkan, ketika memasuki fase jalan santai, napas harus kembali stabil sehingga seseorang bisa berbicara normal atau bahkan bernyanyi.
“Nah, pas jalan santai nafas harus balik tenang dan bisa ngomong lancar atau nyanyi lagi. Biar hasilnya optimal rutinin minimal dua sampai empat kali dalam seminggu,” katanya.