Belum Kuat Lari, Japanese Walking Jadi Alternatif bagi Pemula Jaga Kesehatan Jantung

Niko Prayoga
Metode Japanese Walking juga disebut mampu meningkatkan kapasitas pernapasan dan membuat pembuluh darah lebih fleksibel. (Foto: Ilustrasi AI)

dr Cecep juga membagikan indikator sederhana untuk mengetahui apakah seseorang sudah berada di fase jalan cepat. Salah satunya dengan metode tes bicara.

“Patokan jalan cepatnya gimana sih? Pakai tes ngomong aja. Pas ngebut usahain nafas agak ngos-ngosan dan cuma sanggup ngucap satu dua kata,” katanya.

Sementara bagi pengguna smartwatch, fase jalan cepat dapat dilihat dari detak jantung yang mencapai lebih dari 70 persen dari kapasitas maksimal.

Dia menambahkan, ketika memasuki fase jalan santai, napas harus kembali stabil sehingga seseorang bisa berbicara normal atau bahkan bernyanyi.

“Nah, pas jalan santai nafas harus balik tenang dan bisa ngomong lancar atau nyanyi lagi. Biar hasilnya optimal rutinin minimal dua sampai empat kali dalam seminggu,” katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Wanita Marah-Marah di Gym Bali, Ini Etika Weightlifting yang Perlu Dipahami!

57 tahun lalu

Maia Estianty Mulai Menopause, Ini 10 Tanda yang Perlu Wanita Tahu!

57 tahun lalu

Rutin Minum Susu Whey Protein Bikin Punggung Jerawatan? Ini Kata Dokter!

57 tahun lalu

Kemenhaj Siapkan Manasik Kesehatan untuk Calon Jemaah Haji 2027, Ini Tujuannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal