Berbeda dengan strain Eropa, Andes virus yang berasal dari Amerika Selatan—terutama Argentina dan Chile—menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS), yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan.
Ini merupakan satu-satunya jenis Hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia, meski hanya melalui kontak dekat dan berkepanjangan. Inilah yang membuat wabah di MV Hondius menjadi perhatian global.
WHO menegaskan Andes virus adalah satu-satunya spesies yang diketahui mampu melakukan penularan terbatas antarmanusia.
Gejala awalnya mirip flu biasa, seperti demam, sakit kepala, pusing, menggigil, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Namun kondisi dapat memburuk sangat cepat menjadi pneumonia berat, sesak napas akut, tekanan darah turun drastis, hingga syok.
Dalam kasus di MV Hondius, WHO mencatat pasien mengalami demam, gejala gastrointestinal, lalu berkembang cepat menjadi pneumonia, acute respiratory distress syndrome (ARDS), dan syok. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut.