JAKARTA, iNews.id - Kasus Hantavirus yang terdeteksi di Israel dan wabah mematikan di kapal pesiar MV Hondius sama-sama berasal dari keluarga virus Hantavirus. Tapi, keduanya memiliki perbedaan penting, terutama dari sisi penularan, gejala, hingga tingkat keparahan.
Pasien pertama Hantavirus di Israel diketahui terinfeksi strain Eropa setelah diduga terpapar saat bepergian ke Eropa Timur. Sementara wabah di kapal pesiar MV Hondius dipastikan disebabkan oleh strain Andes, jenis Hantavirus yang jauh lebih berbahaya dan menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di artikel ini akan dijelaskan perbedaan kedua strain Hantavirus tersebut. Simak pembahasannya berikut ini.
Strain Eropa umumnya menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni infeksi yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.
Penularannya hampir selalu berasal dari hewan pengerat, terutama melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke tubuh saat seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi atau menyentuh permukaan yang terpapar. Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi pada strain ini.
Gejala awal biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, sakit perut, hingga gangguan pada fungsi ginjal. Pada kasus berat, pasien bisa mengalami perdarahan dan gagal ginjal, tetapi angka kematiannya relatif lebih rendah dibanding strain Andes.
WHO mencatat tingkat fatalitas Hantavirus di Eropa dan Asia berkisar kurang dari 1 persen hingga 15 persen, tergantung jenis strain dan kondisi pasien.
Lalu bagaimana dengan strain Hantavirus yang mewabah di kapal pesiar? Simak beritanya sampai selesai.