Beda Gejala Retinopati Diabetik dengan Katarak, Ini Penjelasannya!

Mei Sada Sirait
Ilustrasi pemeriksaan katarak. (Foto: Ilustrasi AI)

Menurutnya, kesalahan persepsi ini terjadi karena retinopati diabetik berkembang secara perlahan dan hampir tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

"Alasan paling kuat kenapa harus skrining adalah karena di fase awal ini tanpa gejala. Jadi pasien diabetes itu secara teori setelah lima tahun sudah muncul tanda retinopati awal, yang itu tanpa gejala. Pandangan masih normal, enggak ada gejala apa-apa. Namun ini akan berprogres," jelasnya.

Apa Bedanya dengan Katarak?

Meski sama-sama dapat menyebabkan penglihatan kabur, retinopati diabetik dan katarak memiliki penyebab serta gejala yang berbeda.

Katarak terjadi ketika lensa mata yang semula jernih menjadi keruh. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan proses penuaan, meski diabetes juga dapat meningkatkan risikonya. Gejala katarak biasanya berupa penglihatan berkabut seperti melihat melalui kaca berembun, silau saat terkena cahaya, sulit melihat pada malam hari, hingga sering berganti ukuran kacamata.

Sementara itu, retinopati diabetik merupakan kerusakan pembuluh darah di retina akibat kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Pada fase awal, penyakit ini sering tidak menimbulkan keluhan sama sekali. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Obat Tetes Tidak Bisa Sembuhkan Katarak, Ini Penjelasan Dokter!

2 bulan lalu

El Nino Menyerang! Dokter Sarankan Pakai Kacamata Hitam Demi Cegah Katarak

2 bulan lalu

Lasik Tidak Menyebabkan Katarak, Ini Penjelasan Dokter Mata

2 hari lalu

Mata Mulai Kabur Jangan Dikira Katarak, Bisa Jadi Lebih Berbahaya Retinopati Diabetik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal