Banjir Melanda Sejumlah Daerah, Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan Penyebaran Penyakit

Dani M Dahwilani
Banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, anak-anak menjadi kelompok paling rentan atas penyebaran penyakit. (Foto: Ist)

Dia menuturkan dalam kasus bencana banjir yang melanda Rancaekek, Jawa Barat, untuk mengurangi dampak banjir bagi anak-anak, Save the Children Indonesia bersama Yayasan SHEEP Indonesia, The Korea Financial Industry Foundation (KFIF) dan Save the Children Korea, berupaya menjalankan program Ketangguhan Masyarakat Berbasis Lanskap (KMBL). Langkah ini bertujuan meningkatkan ketangguhan masyarakat melalui pendekatan lanskap dari hulu ke hilir, penguatan sistem peringatan dini, dan tata kelola pengurangan risiko bencana yang partisipatif, dengan fokus pada kelompok rentan seperti anak-anak, disabilitas, dan perempuan.

Program KMBL melakukan serangkaian strategi untuk memastikan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Pertama, mengidentifikasi kesenjangan dalam sistem peringatan dini serta kerentanan infrastruktur terhadap banjir untuk memahami titik lemah yang harus diperkuat agar respons terhadap banjir lebih efektif. 

Kedua, pembentukan Satuan Tugas Siaga Warga Rancaekek, penyusunan rencana aksi, dan pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) untuk memastikan bahwa komunitas memiliki panduan yang jelas dalam merespons banjir.

Ketiga, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Daearah (BPBD) setempat untuk memperkuat sistem peringatan dini yang telah ada dengan menginstalasi alat tambahan di lokasi-lokasi strategis. Upaya ini bertujuan mendukung dan memperkuat sistem yang telah diterapkan oleh BPBD, sehingga sistem peringatan dini di wilayah tersebut menjadi lebih efektif dan menyeluruh. 

Keempat, melakukan pelatihan kapasitas, simulasi, serta edukasi kepada masyarakat, termasuk anak-anak, terkait langkah-langkah menghadapi banjir dan pentingnya menjaga lingkungan seperti menanam pohon sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko banjir. Hal ini untuk menanamkan kesadaran dan mendorong keterlibatan anak dan orang muda dalam menciptakan lingkungan yang tangguh dan berkelanjutan.  

Rosianto menerangkan, kolaborasi yang erat antara berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi anak-anak dan masyarakat. Melalui program ini, diharapkan masyarakat tidak hanya lebih siap menghadapi banjir, tapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga lingkungan, serta berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana. 

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
2 hari lalu

Kemenkes Beri Lampu Hijau Vaksin Dengue Gratis untuk Rakyat? Ini Faktanya!

Health
3 hari lalu

Waspada! Muka Pucat Jadi Gejala Awal Gagal Ginjal

Megapolitan
3 hari lalu

Jusuf Kalla: Kalau Banjir Jangan Marahi Gubernur Jakarta, Marahi Diri Sendiri

Nasional
6 hari lalu

Fantastis! Biaya Pengobatan Kanker Tembus Rp5,9 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal