JAKARTA, iNews.id – Dunia sedang bersiaga munculnya serangan virus cacar monyet (monkeypox). Lebih dari 26 ribu orang dari 87 negara dilaporkan sudah terinfeksi virus yang pertama kali ditemukan di Republik Demokratik Kongo. Pemerintah sedang berupaya keras untuk membendung agar virus tersebut tidak masuk Indonesia. Akankah cacar monyet bakal menjadi pendemi seperti Covid-19? Pantau terus News RCTI+.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) bahkan beberapa hari lalu telah mengumumkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat. Keputusan tersebut diambil karena memang pergerakan jumlah kasus cacar monyet di Paman Sam terus bertambah.
Sejauh ini, dilaporkan cacar monyet di AS telah menulari 6.600 orang. Secara prosentasi penduduk AS, jumlahnya memang tidak begitu besar. Namun, dilihat dari pergerakannya yang terus merangsek naik, wajar jika pemerintah Joe Biden tersebut sampai menaikkan status cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat. Tujuannya sebagai respons cepat untuk menurunkan potensi penularan kasus cacar monyet di masyarakat.
Sebelumnya, pada pertengahan Juli lalu WHO telah menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan global. Menurut WHO, sejauh ini 98 persen kasus ada di luar negara-negara Afrika, dimana virus itu endemik telah dilaporkan pada pria yang berhubungan seks dengan pria.
Seperti dilaporkan Reuters, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak kelompok itu untuk mempertimbangkan mengurangi jumlah pasangan seksual baru dan menukar rincian kontak dengan pasangan baru. "Ini adalah wabah yang dapat dihentikan. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengurangi risiko paparan," kata Tedros dalam konferensi pers dari Jenewa dikutip dari Sindonews.com. "Itu berarti membuat pilihan yang aman untuk diri sendiri dan orang lain," lanjutnya.