Facelift tidak bertujuan mengubah wajah secara drastis, melainkan:
- Mengembalikan tampilan wajah yang lebih segar
- Mengurangi kesan lelah
- Memberikan efek awet muda secara alami
Hasilnya pun umumnya bisa bertahan dalam jangka waktu cukup lama dibandingkan prosedur non-bedah.
Meski tergolong populer di dunia kecantikan, facelift tetap merupakan tindakan medis yang memiliki risiko, terutama jika dilakukan oleh pihak yang tidak kompeten.
Beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain:
- Infeksi
- Luka atau bekas jahitan yang tidak rapi
- Kerusakan jaringan
- Hasil yang tidak simetris atau gagal
Dalam kasus yang ramai dibicarakan, dugaan praktik ilegal menyebabkan sejumlah korban mengalami luka serius, bahkan disebut ada yang berujung cacat permanen.