Bakteri ini dapat menyebar ke udara dalam bentuk aerosol, yakni tetesan air mikroskopis yang bisa terhirup manusia. Jika seorang anak menghirup aerosol yang terkontaminasi, bakteri ini dapat menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan infeksi yang serius.
Risiko ini meningkat jika AC jarang dibersihkan dan airnya dibiarkan menggenang dalam waktu lama.
Menurut unggahan tersebut, kondisi ini tidak hanya berlaku untuk AC, tetapi juga untuk kipas angin yang kotor. Kipas angin yang kotor juga bisa menyebarkan debu dan kotoran ke udara, sehingga bisa memicu batuk berulang dan melemahkan sistem kekebalan paru-paru anak.
Lantas, apakah anak masih boleh menggunakan AC atau kipas angin? Jawabannya adalah boleh, selama penggunaannya dilakukan dengan cara yang aman dan tepat.
Berikut beberapa tips aman menggunakan AC dan kipas angin untuk bayi dan anak menurut rekomendasi ahli: