2. Loperamide
Dokter biasanya merekomendasikan pengobatan diare lain, berupa loperamide. Obat yang bisa dijumpai di apotek ini digunakan untuk mengontrol dan meredakan gejala diare akut.
Selain itu, loperamide juga digunakan untuk mengobati diare kronis pada pasien dengan radang usus. Loperamide bekerja dengan memperlambat usus yang terlalu aktif sehingga bisa mengurangi frekuensi BAB, khususnya pada penderita diare.
3. Bismuth Subsalicylate
Bismuth subsalicylate adalah salah satu obat diare di apotek yang paling banyak dicari. Soalnya, obat ini dikenal ampuh untuk mengatasi diare. Disampaikan dr. Theresia Rina Yunita, obat yang dipasarkan dengan merek Pepto-Bismol ini juga bisa meringankan gejala diare lainnya.
“Bismuth subsalicylate merupakan obat diare yang bisa meredakan mual, mulas, dan rasa tidak nyaman di perut,” paparnya.
Hal ini tidak lepas dari kemampuan bismuth subsalicylate dalam melindungi perut dan bagian bawah saluran pencernaan dari asam lambung. Obat ini juga berperan sebagai antasida ringan yang membantu mengurangi kelebihan asam lambung dan meredakan ketidaknyamanan pada perut. Meski tergolong ampuh, penderita diare dengan gejala BAB berdarah atau mengandung lendir tidak dianjurkan mengonsumsi bismuth subsalicylate, ya!