Padahal, genetik ayah akan menangani kesalahan unsur genetik ibu atau sebaliknya dan hal tersebut tidak bisa dilakukan pada orang yang memiliki kesamaan genetik.
Selain itu, unsur genetik yang sama tersebut bisa menurunkan penyakit keluarga kepada bayi yang dilahirkan.
Maka tak heran jika berbagai penyakit ‘aneh’ pada bayi yang lahir dari pernikahan dengan sepupu kerap terjadi.
Selain cacat fisik, adanya gangguan atau cacat mental juga bisa menjadi risiko kesehatan yang mengintai pasangan dengan ikatan keluarga.
Menurut sebuah penelitian, 35,8 persen anak yang terlahir dari pernikahan dengan sepupu di dunia ini mengalami gangguan mood, seperti depresi dan gangguan kecemasan berlebihan.
Tak jarang dari mereka bahkan harus mengonsumsi obat antidepresan sepanjang hidupnya.