"Sudah kami sounding dari awal, sebelum mereka datang casting secara offline kami fasilitasi tempatnya, kami sewa ballroom, kami kasih makan, kasih minum. Orang tua mau datang, mau nganterin, silakan," ungkapnya.
Erza juga menyebut peserta yang mengaku menjadi korban merupakan talent yang telah lolos ke tahap kedua casting. "Jadi, orang yang kemarin speak up itu adalah orang yang sudah terpilih casting tahap kedua," kata dia.
Dia menegaskan setiap talent diberi pilihan untuk bersedia atau tidak menjalani adegan tertentu. "Kamu bersedia atau tidak. Contoh ada adegan pegang area tubuh, kamu siapkah di adegan dipegang di bagian rambut, di bagian paha, di bagian tangan, di bagian-bagian sensitif. Bersedia nggak untuk memerankan film ini," ujarnya.
Meski diterpa isu sensitif, Erza menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan produksi film. Hingga kini, polemik dugaan pelecehan seksual berkedok casting itu masih menjadi perhatian publik dan memicu perdebatan di media sosial.