Sesi terakhir, membahas mengenai Talenta Digital. Sesi ini membahas strategi pengembangan talenta digital di Indonesia, termasuk peran public-private partnership dalam menutup skill gap. Diskusi mencakup tantangan industri dalam mencari talenta digital, dampak AI terhadap kebutuhan keterampilan, serta langkah konkret dari pemerintah dan perusahaan untuk memastikan tenaga kerja Indonesia tetap kompetitif di era digital.
Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, membahas pentingnya pengembangan talenta digital sebagai motor utama transformasi ekonomi berbasis teknologi.
"Membangun ekosistem talenta digital yang berdaya saing membutuhkan kolaborasi erat antara industri, pemerintah, dan akademisi. Keselarasan kebijakan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, menjadi kunci untuk memastikan bahwa pengembangan talenta digital tidak hanya menjawab kebutuhan industri saat ini, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan di masa depan,” ujar Victor Putra Lesmana.
Perwakilan dari Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi, Yuliar Magdalena Zega mengatakan, pemerintah terus menggandeng industri dalam membangun talenta digital yang kompetitif. Melalui skema public-private partnership, kami mendorong program pelatihan bersama, magang, dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Kolaborasi ini memastikan talenta digital Indonesia tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing ditingkat global," ungkap Yuliar Magdalena Zega.
Forum ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital yang lebih maju dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah, industri, serta komunitas digital, Indonesia diharapkan dapat menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global.