Namun kemudian, mereka menyadari satu hal, yaitu bertahan bukan soal individu, melainkan bersatu melawan ketidakadilan, bahkan jika itu berarti menghadapi kekuatan tak kasatmata.
Joko Anwar menegaskan film ini lahir dari realitas yang dekat.
"Ini tentang kekuasaan dan sistem yang korup," ujarnya. Ia menambahkan, "Ketidakadilan itu bahasa universal."
Pernyataan itu tercermin dari respons pasar global yang melihat kisah ini bukan sekadar cerita lokal, melainkan potret masalah yang relevan di banyak negara.
Produser Tia Hasibuan menilai capaian ini sebagai bukti kualitas produksi.