JAKARTA, iNews.id - Peserta Cahaya Muda Indonesia asal Sarolangun, Agil Sulthon, mengaku tak menyangka bisa melangkah hingga ke grand final Cahaya Muda Indonesia. Menjelang hari spesial itu, ia memilih fokus memperbaiki diri berdasarkan evaluasi para juri.
Ia mengatakan, setiap kritik yang diberikan juri pada babak eliminasi sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting untuk tampil lebih baik di panggung grand final Cahaya Muda Indonesia.
"Alhamdulillah sekarang sudah empat besar. Tentu nggak nyangka dan deg-degan juga," ujar Sulthon.
"Saya mengamati masukan-masukan atau kritikan dari juri di eliminasi sebelumnya dan saya jadikan itu perbaikan untuk ke depannya," tambahnya.
Selama mengikuti kompetisi, Sulthon mengaku mengalami tantantan terbesar dari dua sisi yaitu peserta lain, dan dirinya sendiri. Menurut Sulthon, tiga peserta lainnya bagus dan sangat berkembang.
Namun dari sisinya pribadi, ia merasa masih belum improve lebih baik, sehingga ia mengusahakan hal tersebut dalam penampilannya di Grand Final Cahaya Muda Indonesia pada Sabtu, 14 Maret 2026.