Sutradara Upie Guava mengungkap perjalanan produksi film tersebut penuh tantangan karena tim harus mempelajari teknologi baru dari awal.
“Rasanya aneh ketika akhirnya film ini selesai. Saya membayangkan perasaan saat menontonnya seperti beban lima tahun terangkat,” kata Upie Guava dalam Gala Premiere Film Pelangi di Mars di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Dia menjelaskan tim produksi harus membangun infrastruktur teknologi sebelum proses produksi berjalan.
“Kami harus membangun infrastrukturnya dulu, mempelajari teknologinya, membangun sistemnya dari nol,” ujar dia.
Upie Guava juga menyebut tidak ada sekolah khusus yang mengajarkan teknologi tersebut.
Sebagian besar anggota tim mempelajari teknologi produksi secara mandiri melalui berbagai sumber di internet.
“Teknologi ini tidak ada sekolahnya. Sekitar 99 persen tim yang tergabung dalam Pelangi di Mars belajar dari YouTube dan berdiskusi dengan pelaku industri serupa di luar negeri,” kata Upie Guava.