JAKARTA, iNews.id – Produksi film Pelangi di Mars memakan waktu panjang hingga lima tahun dengan penggunaan teknologi Extended Reality (XR) dan metode produksi hybrid.
Film Pelangi di Mars disutradarai Upie Guava dan diproduksi Mahakarya Pictures bersama MBK Productions. Proyek tersebut juga didukung Produksi Film Negara (PFN), RANS Entertainment, Guava Film, DossGuavaXR Studio, serta A&Z Films.
Cerita film ini berlatar masa depan pada tahun 2090 dan mengikuti kehidupan seorang anak yang menjadi manusia pertama yang lahir di Planet Mars.
Riset proyek tersebut dimulai sejak awal 2020. Film ini menjadi produksi dengan anggaran terbesar yang pernah dikerjakan Mahakarya Pictures.
Proses syuting menggunakan metode hybrid yang menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual tiga dimensi.
Teknologi Extended Reality digunakan untuk memproyeksikan latar Planet Mars yang dibuat menggunakan perangkat lunak Unreal Engine ke layar LED besar di studio DossGuavaXR.