Jubir PDIP Setuju Tagar Indonesia Gelap, Singgung Kasus Hasto Tebang Pilih

Jonathan Simanjuntak
PDIP mendukung tagar Indonesia gelap karena adanya kasus Hasto yang dinilai tebang pilih (Foto: iNews.id/Arif)

JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli setuju dengan tagar Indonesia Gelap yang tengah viral. Dalam hal ini, PDIP mencontohkan kasus yang telah menyeret Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto..

Menurutnya, kasus tersebut termasuk dalam kasus tebang pilih.

"Oiya (setuju Indonesia Gelap), dengan kasus penahanan terhadap Sekjen kami, kami semakin yakin bahwa ini adalah kasus tebang pilih," kata Guntur Romli dalam program INTERUPSI di Inews TV, Kamis (20/2/2025).

Guntur menjelaskan dalam kasus suap terhadap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan setidaknya terdapat dua pemberi suap. Mereka di antaranya Saeful Bahri yang terkait kasus Harun Masiku dan Rossa Muhammad Thamrin yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris KPUD Papua Barat.

Namun, Guntur menilai kasus Rossa Muhammad Thamrin tak pernah diusut lebih jauh. Padahal, berdasarkan fakta persidangan uang suap hasil pemberian Rossa kepada Wahyu merupakan uang milik Gubernur Papua Barat saat itu, yakni Dominggus Wandacan.

"Ada satu pihak yang bagi kami tidak pernah ditahan oleh KPK tidak pernah diproses, yaitu waktu itu adalah Sekretaris KPUD Papua Barat atas nama Rossa Muhammad Tamrin yang menyerahkan uang Rp500 juta kepada wahyu setiawan dan itu semua sudah terbukti di pengadilan. Menurut informasi keterangan dari Rossa uang Rp500 juta itu dari Gubernur Papua Barat waktu itu adalah Dominggus Wandacan," ucapnya.

Hanya saja, kata Guntur, selama ini KPK menurutnya hanya membidik Hasto Kristiyanto. Ia pun menilai kasus ini merupakan tebang pilih hukum dan kesewenang-wenangan KPK.

"Bagi kami kok KPK hanya memproses suap yang dari Saeful Bahri dan Harun Masiku. Tapi dari Rossa dan menurut keterangan dari Dominggus tidak pernah diproses oleh KPK, inilah bentuk tebang pilih dari penegak hukum," tutupnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hasto PDIP: Pancasila Bukan Sekadar Ideologi, tapi Gugatan terhadap Kolonialisme

57 tahun lalu

PDIP Dorong Pembahasan RUU Pemilu Dipercepat, Siapkan Tim Khusus

57 tahun lalu

PDIP Putar Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme, Hasto: Pelurusan Sejarah

57 tahun lalu

Megawati Kembali Bertemu Prabowo, Hasto: Kita Harap Bahas Arah Bangsa dan Negara

57 tahun lalu

Hasto: Indonesia Berubah Jadi Negara Otoriter Populis di Periode Kedua Presiden Jokowi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal