Warga di Kota Tirus mengaku hidup dalam ketidakpastian akibat ledakan yang masih terdengar meski terdapat gencatan senjata. “Situasi ini lebih berat dari sebelumnya. Sudah 45 hari kami berharap keadaan membaik, tetapi ketakutan masih terus ada,” ujar seorang warga.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan Israel mencapai 3.020 orang, sedangkan 9.273 lainnya terluka. Tim penyelamat masih bekerja mengevakuasi korban dari reruntuhan dan melakukan identifikasi jenazah, termasuk melalui uji DNA.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran selama dua hingga tiga hari. Keputusan itu diambil setelah permintaan dari Emir Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
“Kami melakukan pembicaraan yang sangat besar dengan Iran. Saya diminta Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk menundanya dua atau tiga hari karena mereka merasa sangat dekat dengan kesepakatan. Jika tidak ada senjata nuklir di tangan Iran dan mereka puas, kami juga akan puas,” kata Trump.
Trump menegaskan serangan skala besar tetap akan dilakukan jika negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan. Sementara itu, Iran menyatakan siap menghadapi segala kemungkinan. Garda Revolusi Iran menggelar latihan perang selama lima hari lima malam dan telah menerima sekitar 10 juta relawan muda yang mendaftar untuk program bela negara.