China mengecam keras langkah AS yang dinilai berbahaya dan memperburuk kondisi. Uni Eropa juga menolak penutupan selat karena mengganggu kebebasan navigasi internasional.
AS meningkatkan kehadiran militernya dengan mengerahkan kapal induk USS Gerald Ford serta tambahan pasukan. Langkah ini mempertegas potensi eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Sebagai respons, Iran menyiagakan pasukan elit angkatan laut di wilayah selatan. Situasi ini memperlihatkan ketegangan yang terus meningkat dan berpotensi meluas.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai peluang negosiasi lanjutan masih terbuka. Namun, dinamika di lapangan menunjukkan konflik tetap berada dalam fase rawan.