JEDDAH, iNews.id – Arab Saudi menolak tekanan Amerika Serikat (AS) di tengah memanasnya konflik Timur Tengah, termasuk dampak dari blokade Selat Hormuz yang memicu ketegangan global.
Pernyataan tegas itu disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, yang menekankan negaranya tidak akan menyusun kebijakan berdasarkan kepentingan pihak lain.
Dia menegaskan sikap tersebut juga berlaku bagi negara-negara Arab lain. Kebijakan luar negeri tetap berlandaskan kepentingan nasional masing-masing, bukan tekanan eksternal.
Dia juga menyampaikan pihaknya tetap terbuka untuk dialog dengan semua mitra, baik dari Barat maupun Timur, demi mencapai kepentingan bersama tanpa harus berpihak.
Sikap ini muncul di tengah eskalasi konflik setelah Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz. Langkah tersebut diambil usai perundingan dengan Iran belum mencapai kesepakatan.