Presiden menjelaskan, keputusan mengganti pimpinan BGN bukanlah hal yang mudah. Namun, berbagai laporan mengenai kelemahan tata kelola, kejanggalan hingga dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG membuat pemerintah harus mengambil langkah cepat dan tegas.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengenang pesan mendiang ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat saat menghadapi keputusan sulit.
Pesan tersebut menjadi pegangan Presiden dalam menentukan sikap terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Prabowo juga menekankan bahwa kualitas seorang pemimpin sangat menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Karena itu, integritas, kejujuran, dan kompetensi menjadi syarat utama bagi siapa pun yang diberi amanah mengelola program strategis nasional.
Kepada para lulusan SPPI yang akan memimpin dapur-dapur MBG di berbagai daerah, Presiden berpesan agar menjaga nilai pengabdian, disiplin, dan loyalitas kepada bangsa. Mereka diminta menjadi garda terdepan dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan ragu menindak siapa pun yang terbukti menyalahgunakan uang rakyat. Bahkan, ia memastikan pengawasan akan diperkuat dengan melibatkan aparat penegak hukum dan lembaga pengawas agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
"Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Tidak ada pengecualian bagi siapa pun," ujar Prabowo.
Ia pun mengingatkan seluruh pengelola dapur dan pelaksana program agar bekerja secara profesional serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Bagi Prabowo, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama demi menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.