Video viral ini memicu perhatian luas setelah Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, mendeklarasikan status darurat energi nasional. Langkah ini diambil karena pasokan BBM dan gas terganggu akibat perang yang hampir berlangsung sebulan di Timur Tengah.
Marcos memperingatkan adanya “ancaman yang segera terjadi” terhadap ketersediaan dan stabilitas pasokan energi nasional. Dia menekankan bahwa perang dan penutupan Selat Hormuz menjadi penyebab utama terganggunya distribusi energi.
Deklarasi darurat energi nasional ini berlaku selama satu tahun penuh. Presiden Marcos menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi agar Filipina tetap aman menghadapi krisis energi global.
Situasi ini menunjukkan dampak perang internasional terhadap kehidupan sehari-hari warga Filipina, mulai dari transportasi hingga aktivitas kerja. Fenomena jalan kaki massal menjadi simbol ketahanan masyarakat di tengah gejolak harga BBM dan krisis energi.