Namun perkembangan terbaru menunjukkan pemerintah Iran akhirnya mengumumkan wafatnya Khamenei secara resmi. Pemerintah menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur untuk mengenang sang pemimpin tertinggi.
Mengutip Associated Press, televisi pemerintah Iran menyebut Khamenei berada di kompleks kediamannya di pusat kota Teheran saat serangan awal dimulai. Foto satelit dari Airbus memperlihatkan lokasi tersebut mengalami kerusakan parah akibat pemboman intensif.
Dalam siaran resmi, pembawa acara televisi pemerintah menyampaikan pengumuman wafatnya Khamenei dengan nada duka mendalam.
“Kepada rakyat Iran yang mulia dan bangga: Dengan duka cita yang mendalam, kami ingin memberitahukan kepada Anda bahwa setelah serangan biadab oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang jahat, teladan sejati iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi, Ayatollah Agung Khamenei, telah berpulang dengan syahid,” ujar pembawa acara tersebut.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sebagaimana diberitakan Fars, menyatakan duka mendalam atas wafatnya Khamenei.
“Kemartiran Khamenei di tangan teroris paling kejam dan algojo kemanusiaan adalah tanda legitimasi pemimpin besar ini dan penerimaan atas pengabdiannya yang tulus,” demikian pernyataan IRGC.
Situasi keamanan di Iran dan kawasan Timur Tengah kini berada dalam pengawasan ketat. Serangan tersebut telah memicu respons balasan Iran dan menimbulkan kekhawatiran dunia internasional akan eskalasi konflik yang lebih luas.