JAKARTA, iNews,id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membeberkan capaian masif dalam pemberantasan peredaran narkotika sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Dalam kurun waktu enam bulan tersebut, pihak kepolisian berhasil menggulung lebih dari 5.000 pelaku dan menyita barang bukti narkoba dalam jumlah fantastis, yakni mencapai 17,45 ton. Dari hasil penangkapan ini, polisi membongkar berbagai modus operandi baru yang digunakan para sindikat untuk mengelabui petugas.
Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Ahmad David, menjelaskan bahwa salah satu keberhasilan terbesar adalah pembongkaran laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan narkotika golongan II jenis etomidate. Polisi menggerebek tiga lokasi berbeda dan mengamankan delapan orang tersangka. Modus operandi yang digunakan tergolong rapi, di mana para pelaku memproduksi zat berbahaya tersebut di dalam apartemen tempat tinggal untuk menyamarkan aktivitas ilegal mereka dari kecurigaan lingkungan sekitar.
Dari tangan sindikat etomidate ini, petugas menyita barang bukti berupa 2.807 unit cartridge vape, 3.204,44 gram serbuk etomidate, serta 27.730 mililiter cairan etomidate. Ahmad David menyebutkan bahwa bahan baku serbuk dan cairan yang disita tersebut diprediksi mampu memproduksi hingga kurang lebih 450.000 cartridge vape siap edar.
Ahmad David memberikan peringatan serius mengenai peredaran etomidate yang kini tengah menjadi tren berbahaya di kalangan remaja perkotaan, khususnya bagi para pecandu narkoba. Karakteristik zat ini sangat diminati karena metode penggunaannya yang sangat mudah dan terselubung.