TEHERAN, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan penolakan terhadap rencana perundingan damai tahap kedua. Sikap ini memicu kekhawatiran konflik akan kembali memanas.
Pezeshkian menilai langkah AS selama ini tidak menunjukkan itikad baik. Ia menegaskan Iran tidak akan melanjutkan negosiasi selama tekanan, termasuk pemblokiran kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, masih berlangsung.
“Menghormati komitmen adalah dasar dari dialog yang bermakna,” tulis Pezeshkian melalui akun media sosial X, Selasa (21/4/2026).
Ia juga menyinggung pengalaman pahit dalam perundingan sebelumnya, yang menurutnya berujung pada pengkhianatan dari pihak AS. Hal ini memperkuat ketidakpercayaan mendalam Teheran terhadap Washington.
“Rakyat Iran tidak akan tunduk terhadap tekanan dan kekerasan,” tegasnya.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan optimisme bahwa dialog masih bisa dilanjutkan. Ia mengungkapkan delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bergerak untuk membahas kelanjutan perundingan.