TEHERAN, iNews.id - Ketegangan di jalur pelayaran paling vital di dunia mencapai titik kritis setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal terhadap sedikitnya sepuluh kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.
Kapal-kapal tersebut, yang berasal dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat, dilaporkan mengalami kebakaran hebat setelah mengabaikan serangkaian peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh angkatan laut Iran.
Wakil Komandan Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil karena kapal-kapal tersebut bersikeras melintas di wilayah yang telah dinyatakan tidak aman.
Saat ini, Iran mengklaim telah memegang kendali penuh atas Selat Hormuz dan menegaskan bahwa tidak ada satu pun armada kapal—baik itu kapal minyak, dagang, maupun perikanan—yang diizinkan lewat.
Penasihat IRGC, Ibrahim Jabari, menambahkan bahwa penutupan ini merupakan pesan langsung bagi Amerika Serikat, dengan prediksi bahwa kelangkaan pasokan akan meroketkan harga minyak dunia hingga mencapai 200 US Dolar per barel.