Dampak dari blokade ini langsung memicu guncangan ekonomi di kawasan sekitarnya. Berdasarkan laporan Al Jazeera, biaya pengiriman laut menuju Irak telah melonjak drastis sebesar 60% akibat kenaikan tarif asuransi yang sangat tinggi.
Di perairan Irak sendiri, tujuh kapal tanker kini dalam posisi tertahan dan tidak dapat bergerak sembari menunggu pembukaan kembali jalur air yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Eskalasi ini merupakan kelanjutan dari serangan rudal dan drone yang dimulai sejak awal Maret, yang secara spesifik menyasar kapal-kapal milik Amerika Serikat dan Inggris di wilayah tersebut.