Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kanselir Jerman Friedrich Merz Akui Negara-Negara Barat Terlalu Meremehkan Iran
Advertisement . Scroll to see content

Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Bersimpati kepada Iran dalam Perang vs AS-Israel

Selasa, 28 April 2026 - 13:21:00 WIB
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Bersimpati kepada Iran dalam Perang vs AS-Israel
Bahrain mencabut kewarganegaraan 69 orang karena bersimpati terhadap Iran terkait perang melawan AS dan Israel (Foto: Royal News)
Advertisement . Scroll to see content

MANAMA, iNews.id - Bahrain mencabut kewarganegaraan 69 orang, termasuk anggota keluarga mereka, karena bersimpati terhadap Iran terkait perang melawan Amerika Serikat dan Israel, selama hampir 40 hari. Bahrain termasuk negara Teluk yang menjadi sasaran serangan Iran karena menampung pasukan AS.

"(Mereka) Menyatakan simpati dan pujian terhadap tindakan permusuhan dan kriminal Iran," demikian laporan Kantor Berita Bahrain, dikutip Selasa (28/4/2026).

Sejauh ini jumlah total warga yang dilucuti kewarganegaraannya 69 orang dan masih mungkin bertambah.

Pengadilan Kriminal Tinggi Bahrain pada Maret lalu menggelar sidang pertama terhadap beberapa orang yang dituduh mempromosikan dan mengagungkan tindakan teroris permusuhan Iran.

Langkah terbaru ini terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dibalas dengan serangan terhadap Israel serta negara-negara Arab lain yang menampung aset AS.

Operasi AS-Israel menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama 2 minggu pada 7 April yang dimediasi oleh Pakistan.

Meskipun awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu pada 21 April atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan kepala militer Asim Munir.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut