TEHERAN, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) berencana mengawal kapal-kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa pekan mendatang. Langkah ini dipertimbangkan di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menugaskan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz jika diperlukan. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan arus perdagangan energi dunia tetap berjalan dan tidak terganggu oleh eskalasi konflik di kawasan.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengisyaratkan bahwa militer negaranya kemungkinan akan memberikan pengawalan terhadap kapal-kapal komersial yang berlayar melalui Selat Hormuz. Pengawalan itu bertujuan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global.
Menanggapi rencana tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan siap menghadapi kapal-kapal tanker dan dagang yang melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan konvoi kapal perang AS.
Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menegaskan kapal-kapal yang dikawal militer AS berpotensi menjadi target serangan yang sah.