“Gaza sampai sekarang masih mengalami genosida. Kita sebagai manusia tidak akan pernah rela melihat kondisi seperti itu,” ujarnya.
Dia menegaskan situasi tersebut membuat banyak pihak tidak bisa tinggal diam. “Kita tidak akan pernah merasa tenang melihat saudara-saudara kita mengalami kondisi seperti itu,” tuturnya.
Para relawan menyadari risiko besar yang mengintai perjalanan laut menuju Gaza. Namun, mereka tetap memilih jalur tersebut karena dinilai memiliki peluang untuk menembus blokade dan menyalurkan bantuan.
“Bantuan sangat sulit masuk melalui jalur darat, jadi harus dicari alternatif lain. Salah satunya jalur laut,” kata Herman.
Dia menambahkan harapan besar tetap ada meski risiko tinggi. “Mudah-mudahan dengan jalur laut ini, walaupun risikonya besar, ada kemungkinan bantuan bisa tetap masuk,” ungkapnya.