Situasi semakin memanas setelah Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz. Langkah tersebut memicu kekhawatiran pasar global karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia biasanya melintasi jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan global. Harga minyak Brent sempat mendekati 95 dolar AS per barel setelah pengumuman penutupan Selat Hormuz dan serangan terbaru antara Iran dan AS.
Analis menilai konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek. Pasar juga mencermati perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran yang hingga kini belum menghasilkan kesepakatan final untuk mengakhiri ketegangan.
Dengan kembali memanasnya konflik AS-Iran dan ancaman terhadap jalur distribusi energi global, dunia kini menghadapi risiko baru terhadap stabilitas pasokan minyak serta potensi gejolak ekonomi yang lebih luas.