JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa tagihanperawatan pasienCovid-19 varian Delta hampir mendekati Rp100 triliun di 2021. Varian yang pertama kali ditemukan di India ini telah memicu lonjakan kasus aktif Covid dan berdampak pada sistem penanganan kesehatan di Indonesia.
"Gara-gara (varian) Delta, itu jumlah belanja untuk membayar (perawatan) pasien itu mendekati Rp100 triliun, atau Rp94 triliun," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI beberapa waktu lalu.
Sri Mulyani menambahkan, varian Delta merebak dan memicu lonjakan kasus Covid-19 hingga mencetak rekor berkali-kali. Untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas, pemerintah menerapkan PPKM Darurat dan diubah ke PPKM level 3-4 selama periode Juli-Agustus 2021.
"Untuk mendorong kesiapan di sisi kesehatan dan ekonomi masyarakat, pemerintah pun menambah anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang semula berjumlah Rp699,43 triliun, menjadi Rp744,77 triliun. Realisasi anggaran tersebut pada akhir 2021 tidak sampai 90 persen atau hanya Rp658,6 triliun," kata dia.
Dia menyebut, biaya perawatan pasien Covid-19 akibat varian Delta di 2021 pun belum tertagih seluruhnya. Sebagian dari total biaya perawatan sekitar Rp94 triliun akan ditagih di anggaran PEN 2022, yang memiliki pagu sebesar Rp455,62 triliun.