Riset Kereta Cepat, Kemenristekdikti Kerja Sama dengan Kampus China

Antara
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir bersama Menteri Iptek China, Wang Zhigang di sela-sela Belt and Road Forum di Beijing, China. (Foto: Ist)

"Kerja sama dengan Chengdu itu untuk mempersiapkan kereta cepat, mulai dari pemeliharaan hingga pembuatan gerbong selain juga persinyalan dan jembatan serta jalan," ujarnya.

Nasir mengatakan, kerja sama riset ini akan melibatkan sejumlah BUMN dan perguruan tinggi di dalam negeri yaitu INKA, Barata, KAI, serta ITS dan Politeknik Negeri Madiun. Saat ini, sejumlah komponen kereta di dalam negeri masih impor seperti roda.

Selain itu, Nasir mengatakan, kerja sama ini penting untuk transisi tenaga kerja dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Lewat kerja sama ini dia menargetkan, tenaga kerja dari Indonesia akan mengisinya tiga tahun mendatang.

"Engineer kereta cepat dari mana? Kalau 100 persen dari sini, kita rugi. Dalam jangka pendek, setelah tiga tahun dilepas pemerintah China, berikutnya kita yang kelola. Jangan lagi setelah tiga tahun kontrak, mereka mengajukan perpanjangan kontrak kelola lagi," ujar dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Biawak Tertabrak Whoosh, KCIC Catat Gangguan Perjalanan Sepanjang 2025

Nasional
10 hari lalu

Penumpang WNA Whoosh Terus Melonjak, Terbanyak Negara Mana?

Nasional
11 hari lalu

Soal Wacana Kereta Cepat Jakarta–Surabaya, AHY Ingatkan agar Tak Ulangi Kesalahan yang Sama

Internasional
16 hari lalu

Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat Jadi 41 Orang, Spanyol Berlakukan 3 Hari Berkabung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal