Pelemahan Rupiah Dikhawatirkan Picu Inflasi Sektor Transportasi

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Antara)

Dengan kondisi tersebut jika pelemahan ini terus terjadi kemungkinan maskapai penerbangan akan melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga tiketnya. "Kemungkinan sehabis Lebaran ada penyesuaian (tarif)," tuturnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi periode Maret 2018 sebesar 0,20 persen. Namun, berdasarkan tahun kalender yaitu Maret 2018 ke Desember 2017 sebesar 0,99 persen. Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi banyak disumbang dari sektor transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen. Sementara itu, sektor tersebut turut andil dalam inflasi Maret 2018 sebesar 0,05 persen.

Sebelumnya, maskapai penerbangan mengeluhkan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS karena perusahaan memperoleh sebagian besar pendapatan dalam mata uang Garuda. Sebab, kenaikan biaya operasional tidak hanya merugikan perusahaan, melainkan juga konsumen. Tiket pesawat berpotensi naik karena persaingan di industri penerbangan yang ketat membuat profit margin di industri ini sangat tipis.

Namun, bila maskapai menaikkan harga tiket, jumlah penumpang berpotensi turun. Dengan demikian, kenaikan biaya operasional menjadi tantangan tersendiri bagi tiap maskapai untuk melakukan efisiensi.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Emas Perhiasan Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, BPS: Meredam Inflasi

57 tahun lalu

Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Harga BBM hingga Tiket Pesawat jadi Biang Kerok

57 tahun lalu

Gubernur BI Yakin Indonesia Bisa Lolos dari Ancaman Krisis Moneter

57 tahun lalu

OJK Beberkan 4 Penyebab IHSG Ambruk sejak Awal Tahun 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal