Marak PHK hingga Penutupan Pabrik, Industri Tekstil Terkontraksi pada Kuartal II 2024

Anggie Ariesta
BPS mencatat pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi per kuartal II 2024 terkontraksi. (Foto: SINDO)

Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang menyebabkan industri tekstil Tanah Air mengalami tekanan. Pertama, terkait mesin dan kedua biaya operasional. 

"Yang kedua, biaya ekonominya lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain," ucapnya.

Bahlil menilai, kedua hal tersebut memengaruhi produktivitas kerja. Maka dari itu, Bahlil mengimbau agar masalah menjadi fokus agar diselesaikan secara adil.

"Hak-hak buruh itu memang harus diperhatikan, tapi di satu sisi, buruh juga harus memperhatikan keberlangsungan perusahaannya. Kalau itu tutup, ya yang rugi kan semuanya," ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Rupiah Anjlok ke Rp17.500 per Dolar AS imbas Ketegangan di Selat Hormuz hingga Badai PHK

Nasional
5 hari lalu

Pendaftaran Mitra BPS 2026 Dibuka, Ini Cara dan Syaratnya

Nasional
7 hari lalu

Mensos: 470.000 KPM Baru Akan Terima Bansos di Kuartal II 2026

Nasional
9 hari lalu

Miris! Rata-Rata Upah Buruh RI Hanya Rp3,29 Juta per Bulan, Jauh dari UMP Jakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal