"Komponen inflasi kita kan yang paling besar pangan bergejolak. Jadi kita harus bener-bener antisipasi musim kekeringan yang mungkin agak di luar kebiasaan," kata dia.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik mencatat komoditas pangan yang tercakup dalam harga-harga bergejolak memang menjadi komponen penyumbang inflasi terbesar. Pada Juni 2019, andil komponen harga bergejolak terhadap inflasi mencapai 0,35 persen, jauh diatas komponen inflasi inti sebesar 0,22 persen dan komponen harga diatur pemerintah yang sumbang deflasi sebesar 0,02 persen.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi akan mengalami kekeringan. Wilayah yang terprediksi mengalami kekeringan diantaranya Sumedang, Gunung Kidul, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, Tuban, Pasuruan dan Pamekasan.
"Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga tanggal 30 Juni 2019, terdapat potensi kekeringan meteorologis (iklim) di sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan kriteria panjang hingga ekstrim," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, Kamis, 4 Juli 2019.