Kaleidoskop 2024: Gejolak Rupiah Sempat Nyaris Sentuh Rp16.500 per Dolar AS

Puti Aini Yasmin
ilustrasi gejolak nilai tukar rupiah sepanjang 2024 (foto: iNews.id)

"Investor pun mengharapkan Federal Reserve atau The Fed untuk segera menurunkan suku bunga acuan," kata Ibrahim.

Investor, kata dia, meningkatkan posisinya pada potensi The Fed untuk menurunkan suku bunga setelah pertemuan Bank Sentral AS tersebut secara mendadak pada Rabu pekan lalu. Pada pertemuan tersebut, Gubernur The Fed Jerome Powell mengisyaratkan penurunan suku bunga pada September 2024 dapat terjadi. 

Tak cuma itu, rupiah juga kembali menguat ke level Rp15.102 per dolar AS pada Rabu (25/9/2024) dari sebelumnya di Rp15.187 per dolar AS. Menurut Ibrahim, indeks dolar AS kembali melemah dipengaruhi sejumlah pejabat The Fed akan memberikan isyarat lebih lanjut tentang suku bunga pada minggu ini, terutama pidato Ketua Jerome Powell pada hari Kamis.

"Data indeks harga PCE, pengukur inflasi pilihan Fed, akan dirilis pada hari Jumat dan juga diharapkan menjadi faktor dalam rencana bank sentral untuk suku bunga," ujarnya Ibrahim dalam risetnya, Rabu (25/9/2024).

Sementara itu, dalam asumsi dasar ekonomi makro pada APBN 2024, pemerintah dan DPR RI menyepakati nilai tukar rupiah sebesar Rp15.000 per dolar AS. Angka itu meleset jauh dari proyeksi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?

57 tahun lalu

Dasco Apresiasi Terobosan Baru BI Perkuat Rupiah, Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Dasco Minta Masyarakat Jual Dolar AS: Minggu Depan Rupiah Menguat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal