Jubir Luhut: Fokus Covid-19, Kemungkinan Pembangunan Ibu Kota Baru Ditunda

Aditya Pratama
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menepis isu tak fokus menangani Covid-19. Pasalnya, pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) tetap berjalan di tengah pandemi virus corona

Juru bicara Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi mengatakan, Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menegaskan fokus APBN 2020 akan diarahkan untuk penanggulangan Covid-19. Ada tiga hal yang menjadi prioritas yaitu kesehatan masyarakat, perlindungan terhadap daya beli, dan menjaga keberlangsungan dunia usaha.

Jodi menjelaskan, progres ibu kota baru yang tetap berjalan di tengah Covid-19 bukan berarti pemerintah tak fokus. Apalagi, pembangunan ibu kota baru baru sebatas upaya menjaga komunikasi dengan calon investor saja. Dengan kata lain, dia membantah ada pembicaraan soal anggaran untuk pembangunan ibu kota saat situasi seperti ini.

"Arahan Presiden sudah jelas bahwa saat ini seluruh fokus pekerjaan adalah mencari cara untuk penanganan pandemi Covid-19. Penggunaan APBN pun sudah diatur dengan baik oleh Bu Sri Mulyani untuk difokuskan pada penanganan Covid-19. Ke depan tidak menutup kemungkinan juga beberapa proyek pembangunan, temasuk Ibu Kota Negara baru, bisa ditunda sampai situasi berjalan normal kembali," kata Jodi, Senin (6/4/2020).

Jodi mengatakan, setiap menteri tetap menjalankan tupoksinya masing-masing di tengah pandemi Covid-19. Dalam hal ini, Luhut diminta Presiden untuk menjaga komunikasi dengan investor.

Tak hanya bisnis, Jodi menyebut investor juga ikut membantu penanganan Covid-19. Di antaranya para investor smelter nikel baru-baru ini memberikan puluhan ton alat kesehatan kepada pemerintah Indonesia.

Artinya, kata dia, semua menteri terus bersinergi agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Dengan begitu, pemulihan ekonomi akibat krisis bisa berlangsung cepat. "Agar masyarakat tidak terlalu lama merasakan dampaknya," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bahlil bakal Hidupkan Lagi Program Kompor Listrik, Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar

57 tahun lalu

Kembali Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.708 per Dolar AS

57 tahun lalu

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,80 Triliun, Buat Apa Saja?

57 tahun lalu

Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp180,4 Triliun per Mei 2026, Setara 0,7 Persen PDB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal