Jokowi: Selain APBN, Reformasi Struktural Jadi Instrumen Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 2022

Suparjo Ramalan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sidang Tahunan MPR (YouTube/Sekretariat Kabinet)

Jokowi menjelaskan, untuk merespons ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19, APBN tahun depan harus antisipatif, responsif, dan fleksibel untuk mendorong pemulihan ekonomi. 

"Mencerminkan optimisme dan kehati-hatian. APBN berperan sentral untuk melindungi keselamatan masyarakat dan sekaligus sebagai motor pengungkit pemulihan ekonomi," ujar Jokowi. 

Dia mengungkapkan, sejak awal pandemi, pemerintah telah menggunakan APBN sebagai perangkat kontra-siklus atau countercyclical dalam mengatur keseimbangan rem dan gas untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Bahkan, melindungi masyarakat rentan sekaligus mendorong kelangsungan dunia usaha.

"Strategi ini membuahkan hasil, mesin pertumbuhan yang tertahan di awal pandemi sudah mulai bergerak. Di kuartal kedua 2021, kita mampu tumbuh 7,07 persen dengan tingkat inflasi yang terkendali di angka 1,52 persen  (YoY). Capaian ini harus terus dijaga momentumnya," ungkap Jokowi. 

Terkait dengan itu, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2022 mencpai 5,0-5,5 persen. Meski, proyeksi itu masih didasarkan pada ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi Covid-19.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
5 tahun lalu

Jokowi Target Pertumbuhan Ekonomi 5-5,5 Persen di 2022 

1 hari lalu

APBN Semester I 2026 Defisit, Purbaya Tegaskan Fiskal Tetap Terjaga

6 hari lalu

Pembangunan IKN Tahap II Dikebut, Siap Jadi Ibu Kota Politik di 2028

6 hari lalu

Purbaya Ungkap Cara Bereskan Utang Whoosh, Pastikan Tak Pakai APBN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal