Jangkau 96 Persen, PT Pos Salurkan Bantuan Sosial Tunai Rp2,4 Triliun

Djairan
Hingga tahap ke-8, PT Pos Indonesia telah menjangkau 96 persen dari total 9 juta keluarga penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) di seluruh daerah. (Foto: Dok/PT Pos Indonesia)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi 9 juta masyarakat tidak mampu di tengah pandemi Covid-19. BST disalurkan dalam dua gelombang dari April hingga Desember 2020.

Gelombang pertama pada April-Juni 2020 penerima manfaat mendapatkan Rp600.000 per KK per bulan (Survival Mode). Gelombang kedua yang berlangsung pada Juli-Desember telah disesuaikan menjadi Rp300.000 per KK per bulan (Recovery Mode).

PT Pos Indonesia (Persero), selaku mitra Kemensos yang menangani jalur distribusi, memanfaatkan lebih dari 4.500 cabang kantor pos di seluruh Indonesia, sebagai titik pengambilan Bantuan Sosial Tunai tersebut.

PT Pos juga telah berkoordinasi dengan pemerintah Daerah, RT, RW dan juga komunitas bekerja sama menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ini. Bahkan bagi penerima manfaat yang tidak bisa mendatangi titik pengambilan, petugas pos akan mendatangi langsung dan mengantar Bantuan Sosial Tunai, seperti bagi mereka yang telah lanjut usia, sakit atau tinggal di desa-desa terpencil.

“Kami mencatat sudah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ke 483 kota, 514 Kabupaten, 7.094 Kecamatan, dan 83.447 desa. Alhamdulilah dengan jumlah yang masif tersebut kita telah sampai pada tahap ke-8, tercapai 96 persen dan yang kita salurkan Rp2,4 Triliun," ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi dalam keterangan elektroniknya, Selasa (1/12/2020).

Hingga tahap ke-8, PT Pos telah menjangkau 96 persen dari total 9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh wilayah di Indonesia, termasuk ke wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), yang sulit disentuh akibat keterbatasan sarana transportasi dan cuaca menuju lokasi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

Nasional
5 hari lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

Internasional
9 hari lalu

Heboh Wabah Hantavirus, Trump: Semua Terkendali!

Health
10 hari lalu

Mungkinkah Hantavirus Jadi Pandemi Baru? Ini Jawaban Ahli Epidemiologi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal