Hal ini menyebabkan sebagian besar dampak ekonomi dari libur panjang Idul Fitri tidak tercatat dalam kinerja kuartal I 2025.
"Sehingga momen hari pertama Idul Fitrinya jatuh di triwulan I, tetapi H+2, H+3 dan liburan selanjutnya itu tidak terekam dalam momen Idul Fitri, maaf tidak terekam dalam triwulan I 2025, yang libur panjangnya itu nanti terekam di triwulan II 2025," ucapnya.
Selain itu, dari sisi produksi, Amalia menyoroti sektor industri pengolahan yang memiliki share 19,25 persen dan tumbuh 4,55 persen sebagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan kuartal I 2025.
Dia menekankan perlunya analisis lebih mendalam untuk mengidentifikasi sub-sektor industri pengolahan mana yang menjadi pendorong utama pertumbuhan dan mana yang mengalami perlambatan.
Terakhir, Amalia kembali menegaskan perbedaan signifikan antara kuartal I 2024 dan 2025 dari sisi pengeluaran pemerintah.