Indonesia Kenakan Bea Masuk Tambahan 23 Persen untuk Keramik Impor

Rahmat Fiansyah
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan menerapkan bea masuk tambahan untuk produk ubin keramik di tengah membanjirnya produk tersebut ke Indonesia.

Ketua Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Mardjoko mengatakan, tarif bea masuk tambahan itu dikenakan untuk barang ubin dan paving, ubin perapian, dan ubin dinding dari keramik. Adapun bea masuk yang dipilih yaitu bea masuk tindakan pengamanan (BMTP).

"Pengenaan BMTP akibat terjadinya lonjakan impor ini dimaksukan untuk mencegah atau memulihkan ancaman kerugian serius, serta memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri ubin keramik guna melaksanakan penyesuaian struktural agar dapat bersaing dengan barang impor," kata Mardjoko melalui keterangan tertulis, Kamis (4/10/2018).

BMTP merupakan instrumen fiskal yang digunakan dalam waktu periode tertentu terhadap produk barang yang dinilai telah menimbulkan ancaman kerugian serius yang diderita oleh industri dalam negeri. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh KPPI, impor ubin keramik pada tahun lalu mencapai 1,26 juta ton. Angka tersebut naik 17,5 persen dibandingkan tahun 2016 sebanyak 1,07 juta ton.

Dia mengatakan, tarif BMTP akan dibagi dalam tiga tahap yang berlaku secara resmi mulai 12 Oktober 2018 hingga tiga tahun ke depan.

Tahap pertama tarif 23 persen (12 Oktober 2018-11 Oktober 2019), tahap kedua tarif 21 persen (12 Oktober 2019-11 Oktober 2020), dan tahap ketiga 19 persen (12 Oktober 2020-11 Oktober 2021).

Kebijakan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 973/M-DAG/SD/8/2018 yang diteken Menteri Perdagangan pada 3 Agustus 2018. KMK tersebut sudah diundangkan pada 21 September 2018.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

Kesulitan Bahan Baku Impor, Pengusaha Minta Pemerintah Beri Relaksasi

Nasional
23 hari lalu

Prabowo Heran RI Punya Kopi hingga Cokelat Terbaik, tapi Masih Impor Produk Jadi

Nasional
29 hari lalu

Pertamina Cari Sumber Impor Minyak Baru imbas Selat Hormuz Ditutup

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Optimistis RI Tak Lagi Bergantung Impor BBM, Manfaatkan Sawit hingga Tebu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal