Gubernur BI: Saya Tidak Suka Naikkan Suku Bunga

Isna Rifka Sri Rahayu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Ia melanjutkan, BI terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi khususnya nilai tukar rupiah. Oleh karenanya jika Fed Funds Rate naik, Dewan Gubernur BI langsung mengalkulasi apakah perlu dinaikkan suku bunga acuan BI.

"Untuk inflasi rendah tidak perlu naikkan suku bunga, inflasi kita hanya 3,2 persen. Itu tidak ada keperluan naikkan suku bunga. Tetapi sekarang investasi portofolio sedang susah nih," kata dia.

Kalkulasi tersebut juga memerhatikan besaran suku bunga agar cukup menarik investor asing untuk menaruh modalnya di Indonesia. Hal ini yang mendasari pihaknya menaikkan suku bunga acuan BI hingga 150 bps.

"Kita belajar kalau suku bunga luar negeri naik kita tidak boleh menunggu. Suku bunga naik baru kemudian kita bereaksi telat nanti," tuturnya.

Untuk itu, sejak menjabat Gubernur BI, Perry langsung menerapkan prinsip ahead the curve agar dapat merespons terlebih dahulu setiap sentimen yang ada. Sebab, hal ini untuk mencegah pembalikan arus modal agar tidak terlalu deras.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Makro
5 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
5 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Nasional
7 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Nasional
17 hari lalu

Cadangan Devisa RI Turun Jadi 151,9 Miliar Dolar AS per Februari 2026, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal