Dengan demikian, dia menilai, proyek bandara besar tak seharusnya menggunakan APBN. Dana APBN bisa difokuskan untuk mengembangkan bandara-bandara perintis yang beban pengeluarannya tak begitu besar.
"Misal sementara uang 100 miliar (APBN) saya bagikan untuk di Buntu Kunik, di Jember, dan di Sukabumi," ujarnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya juga mendorong realisasi pembangunan terminal dan bandara khusus penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).
"Baik terminal maupun bandara khusus LCC, kami akan diskusikan, tapi instruksi Presiden harus segera dijalankan dan paling tidak langkah pertama terminal khusus," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso.
Agus menjelaskan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan dalam rapat terbatas di Istana Bogor bahwa pemerintah harus mendukung untuk menciptakan infrastruktur transportasi yang lebih ramah sehingga bisa menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Salah satunya, yaitu membangun bandara dan terminal khusus penerbangan berbiaya murah, seperti di negara-negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura.