Ganjil-Genap Tol Jakarta-Cikampek, Organda Sebut Hambat Ekspor

Ade Miranti Karunia Sari
Ketua Angkutan Barang Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) Ivan Kamadjaja (Foto: iNews.id/Ade)

Dampak dari penerapan sistem ganjil-genap tersebut juga dinilai membuat angkutan logistik akhirnya menumpuk pada satu ruas karena menantikan waktu untuk bisa melintas ke tol Jakarta-Cikampek.

"Tetapi, ini bisa dicek adanya penumpukkan truk-truk itu, akhirnya nunggu jam 6 untuk jalan yang menimbulkan suatu kemacetan baru. Maksud saya adanya pembatasan ini salah satunya truk ini mendingan nunggu ketimbang lewat jalur alternatif," katanya.

Organda berharap kepada pemerintah agar angkutan logistik diperbolehkan kembali melalui ruas Tol Jakarta-Cikampek. Pasalnya, permasalahan kemacetan dipicu angkutan pribadi yang volumenya banyak. Sementara, volume angkutan logistik golongan IV dan V hanya 3 persen saja.

"Jadi, kaitan dengan Jakarta-Cikampek merupakan harapan daripada industri maupun dari asosiasi angkutan barang itu agar dipertimbangkan untuk diperbolehkan lewat. Jadi, untuk mendukung eskpor ini, pembatasan ini kami melihat tidak konsisten. Golongan IV dan V ini hanya 3 persen, enggak akan signifikan," katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pramono Tegaskan Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta Bukan Aturan Baru, Mengacu Pergub 88/2019

57 tahun lalu

Bus Pariwisata Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek, Picu Kemacetan Panjang

57 tahun lalu

Libur Hari Pancasila Besok, Ganjil Genap 1 Juni 2026 di Jakarta Ditiadakan

57 tahun lalu

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tol Japek dan MBZ Padat Merayap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal