Selain itu efisiensi ruangan juga menjadi fokus yang diperhatikan saat menata produk-produk hunian berukuran terbatas. Sejak dua tahun terakhir permintaan produk turunan properti lainnya juga memengaruhi pertumbuhan permintaan jasa industri kreatif seperti arsitektur dan interior.
Meski pemain subsektor ini cukup banyak yang merupakan pemain asing, namun secara kualitas arsitek dan desainer lokal tidak kalah dengan penyedia jasa dari luar. Diharapkan tahun depan bisa menjadi momentum untuk sektor arsitektur dalam berkreativitas dan meningkatkan usahanya.
“Kita memiliki daya saing yang cukup tinggi. Soal kreativitas, Indonesia punya banyak talent-talent di industri kreatif. Dan tahun 2018 ini bisa menjadi momentum untuk kita para pemain subsektor ini untuk semakin solid,” katanya.