Menko Airlangga melanjutkan, meski jumlah UMKM di Indonesia banyak hingga mencapai 65,5 juta, share kredit UMKM dari total kredit masih berada di level rendah yakni hanya 20,99 persen.
“Selama 10 tahun terakhir rata-rata kredit tidak bergeser di kisaran 20 persen, maka Presiden Joko Widodo sudah meminta ini naik menjadi 30 persen,” tuturnya.
Dalam menghadapi tantangan pembiayaan, Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui tingkat suku bunga yang relatif rendah dan kompetitif yaitu 6 persen. Dalam pembiayaan KUR, terdapat pilihan skema yang tidak memerlukan agunan tambahan, yaitu untuk plafon KUR sampai Rp100 juta.
Sejak diluncurkan, Kemenko Perekonomian telah melakukan sosialisasi tentang buku “Pembiayaan UMKM” tersebut ke berbagai universitas di seluruh Indonesia hingga telah terselenggara sebanyak 15 batch “Bedah Buku Pembiayaan UMKM”.
Setelah itu, juga diselenggarakan “Lomba Resensi Buku Pembiayaan UMKM” yang pendaftarannya dibuka sejak 17 April hingga 31 Mei 2023, dan berhasil menjaring total peserta sebanyak 229 orang. Lomba resensi terbagi menjadi 2 kategori yaitu kategori 1 untuk guru/dosen, sedangkan kategori 2 untuk pelajar/mahasiswa/umum.