Di samping itu, program makan bergizi gratis juga bakal terus digenjot. Airlangga menyebut bahwa investor dari Jepang tertarik untuk memberikan dukungan teknis terhadap program tersebut mengingat negara itu sudah melaksanakan program serupa sejak 80 tahun lalu.
"Jadi ini (makan bergizi gratis) adalah program yang akan terus didorong, karena ini juga akan memberikan multiplier kepada perekonomian di daerah, di desa, di mana sirkulasi yang kita bantu dari program ini sekitar Rp7 miliar per desa. Tentu dengan Rp7 miliar ini diharapkan bisa menjadi stimulus untuk menggerakan konsumsi di pedesaan," ucap Airlangga.
Selain itu, Airlangga juga menyampaikan Indonesia di tahun 2025 akan fokus pada tiga komoditas ekspor seperti batubara, kelapa sawit, dan nikel. Menurutnya, tiga komoditas ungulan ini bisa terus digenjot untuk meningkatkan perekonomian bangsa.
Selain itu, Airlangga menyebut pemerintah juga bakal berfokus pada digitalisasi dalam 5 tahun ke depan pemerintahan Prabowo-Gibran. Ini mencakup digitalisasi pada perekonomian, pemerintahan, hingga pengembangan data canter berbasis artificial intelligence (AI).
"Pengembangan sumber daya manusia digital, pengembangan konektivitas, dan juga pengembangan internet of things tau industri 4.0 di kawasan ekonomi khusus yang membutuhkan telekomunikasi 5G it juga akan didorong," katanya.