63 Persen Pekerja RI Tidak Punya Keahlian yang Dibutuhkan Industri

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri. (Foto: Okezone.com)

Selain tidak nyambung, kata Menaker, masih banyak pekerja lulusan perguruan tinggi yang kualifikasinya di bawah standar (under qualification). Meski memiliki pendidikan dan gelar yang sesuai, kompetensinya diragukan.

"Misal ada anak lulusan komputer S1 tapi tidak bisa komputer. Gelarnya saja sarjana tapi kompetensinya tidak level sarjana, itu banyak terjadi," ujar Menaker.

Meski begitu, pria asal Jawa Tengah itu mengklaim ada penurunan pada masalah tersebut dari tahun ke tahun. Hal ini karena pemerintah mendorong pendidikan vokasi dan pelatihan tenaga kerja.

"Pelatihan vokasi itu akhirnya bisa mengurangi level miss match itu. Tapi kan kita tidak ingin terjadi double investment, misal orang sudah sekolah terus dilatih lagi kan namanya double," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemnaker dan Pertamina Kolaborasi Pengembangan SDM hingga Pelatihan Vokasi K3

57 tahun lalu

Said Iqbal jelang Dilantik Jadi Penasihat Presiden: Kami Perjuangkan Buruh dari Dalam

57 tahun lalu

Said Iqbal Buka Suara Peluang Posisi di Kabinet Prabowo: Sekitar Isu Ketenagakerjaan

57 tahun lalu

Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga Resmi Berlaku, Atur Gaji, Jam Kerja hingga Larangan Eksploitasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal